Don't Miss

PENDIDIKAN BERKARAKTER LEWAT TEMBANG JAWA

Seorang guru dituntut untuk mampu membangkitkan motivasi belajar siswa guna tercapainya tujuan pembelajaran. Motivasi merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, karena dengan motivasi yang tinggi dan kuat peserta didik akan belajar dengan sungguh‐sungguh. Kegiatan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Jawa di SMA GAMA Yogyakarta memberi arahan mengenai budaya jawa.

Melalui pendidikan karakter diharapkan peserta didik  mampu secara mandiri meningkatkan pengetahuannya, mengkaji dan menginternalisasi nilai-nilai budaya yang terwujud dalam perilaku sehari-hari.  SMA GAMA Yogyakarta merupakan sekolah yang menjunjung nilai budaya, SMA GAMA tidak terikat sistem zonasi maka sebagian besar siswanya berasal dari luar jawa sehingga untuk belajar bahasa jawa membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Salah satu cara yang dilakukan oleh guru bahasa jawa dalam menyampaikan materi agar mudah dipahami oleh setiap siswa adalah dengan cara nembang jawa. Untuk siswa yang berasal dari luar jawa mereka tidak merasa keberatan untuk belajar nembang. Bahkan mereka sangat antusias mempelajari budaya jawa, karena dengan praktik nembang jawa dapat menanamkan nilai-nilai tersebut dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk dapat saling menghormati berbagai macam budaya yang ada.

Nembang yaitu Tembang Macapat merupakan salah satu kelompok tembang yang sampai saat ini masih diuri-uri (dilestarikan) oleh orang Jawa. Ada sebelas tembang dalam macapat, masing-masing memiliki karakter dan ciri yang berbeda, memiliki wataknya sendiri, dan memiliki aturan-aturan penulisan khusus dalam membuatnya. Nembang merupakan salah satu cara belajar dengan cara bermain dan bernyanyi, dengan cara seperti itu akan lebih mudah untuk menyampaikan makna dan pesan dalam sebuah tembang macapat. Mereka tidak harus menghafalkan tetapi akan secara otomatis terekam dalam ingatan mereka.

Seiring berjalannya waktu, siswa pada jaman modern saat ini kurang hafal dengan lirik tembang jawa, sedangkan bagi anak yang belum memahami arti dan makna dalam lirik tembang jawa tersebut akan menjadi paham karena dijelaskan oleh guru dengan cara yang menyenangkan pula. Guru memberikan langkah awal dalam proses belajar dengan memberikan contoh tembang jawa. Dalam nembang perlu adanya menciptakan rasa senang, cinta, dan bangga. Ketika siswa mampu nembang maka akan muncul rasa penasaran sehingga mereka akan mencari tahu arti dan makna pada setiap liriknya kemudian dapat mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari yang dapat dimulai dengan hal-hal kecil dari lingkungan sekitar mereka.

Dengan adanya pembelajaran ini diharapkan siswa mampu menerapkan nilai-nilai budaya jawa pada kehidupan sehari-hari dan dapat saling menghormati budaya yang beranekaragam.

(praktik nembang jawa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

SMA TIGA MARET