Don't Miss

PRAKTIK MEMANDIKAN JENAZAH DI SEKOLAH

Manusia tidak akan selamanya hidup, pasti ada masanya kematian itu datang menjemput. Kematian yang memisahkan kita dengan dunia, memisahkan kita dengan ayah, ibu dan sanak saudara. Ketika kita masih berada dalam kandungan ibu pada usia 4 bulan Allah SWT telah menentukan takdir kita baik itu hidup, mati, jodoh, dan rezeki.

Tidak hanya agar kita selalu ingat dengan kematian, namun bertakziah juga mengajarkan kita tentang kepedulian antar sesama umat muslim, kepedulian untuk mengurus jenazah mereka yang telah wafat. Mengurus jenazah, mulai dari memandikan, mengkafani, menyalati dan menguburkan. Tentunya hal-hal tersebut harus dilakukan menggunakan prosedur atau cara yang sesuai dengan syariat Islam.

Ketika seseorang sudah dinyatakan positif meninggal, maka ada beberapa hal yang perlu disegerakan oleh keluarganya dalam mengurus jenazah tersebut, yaitu memandikan, mengkafani, menyalati dan menguburkan. Namun, kita juga perlu melakukan hal-hal berikut sebelum memandikan jenazah, diantaranya adalah memejamkan matanya dan memohonkan ampunan atas segala dosanya pada Allah SWT. Setelah itu kita memerlukan kain untuk menutup seluruh badannya agar auratnya tidak kelihatan. Kemudian menempatkan jenazah tersebut di tempat yang aman dari jangkauan binatang.

Untuk membina generasi ini, dapat dimulai dari pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah. Salah satu sekolah yang memberikan pembelajaran ini adalah di SMA GAMA Yogyakarta, penerapan metode pembelajaran yang menarik akan membantu proses belajar mengajar menjadi sangat menyenangkan salah satunya menggunakan model contextual teaching. Sebagian besar siswa menyukai pembelajaran yang menarik dengan langsung praktik. Salah satu pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik yang beragama islam adalah memandikan jenazah. M. Furqon, S.Sos selaku guru PAI menjelaskan mengenai tata cara memandikan jenazah sehingga ketika mereka berada di lingkungan masyarakat mampu mempraktekkannya. Ketika mempelajari tata cara pengurusan jenazah ada beberapa faktor yang mempengaruhi ketidakpekaan individu dalam masalah ini, yaitu faktor internal (dari diri individu) dan faktor eksternal (dari luar diri individu). Dalam pembelajaran ini dijelaskan beberapa materi, yaitu :

Memandikan Jenazah

  • Jenazah harus dimandikan di tempat yang tertutup, agar yang melihat hanya orang-orang yang memandikan saja.
  • Jenazah di tempatkan di tempat yang tinggi, seperti dipan atau meja yang panjang.
  • Menggunakan sarung untuk menutup aurat jenazah.
  • Jenazah didudukkan atau disandarkan pada sesuatu, kemudian diusap perutnya dan ditekan pelan-pelan agar semua kotorannya keluar. Lalu yang memandikan menggunakan sarung tangan kiri untuk membasuh lubang depan dan lubang belakang jenazah, dan kemudian membersihkan mulut dan hidung jenazah, setelah itu mewudhukannya seperti wudhunya orang yang masih hidup.
  • Membasuh kepala dan wajah jenazah dengan menggunakan sabun atau lainnya, kemudian menyisir rambutnya.
  • Membasuh seluruh tubuh dimulai dari sisi kanan jenazah, kemudian sisi kirinya.

Mengkafani Jenazah

Kain kafan dibeli menggunakan harta dari orang yang meninggal tersebut. Apabila jenazah tersebut adalah laki-laki maka membutuhkan kain kafan tiga lapis, namun apabila jenazah tersebut adalah perempuan maka membutuhkan kain kafan sebanyak lima lapis, dan itu seudah termasuk yang digunakan sebagai pakaian dalaman/basahan jenazah. Disunahkan pula untuk memberi wewangian pada kain kafan.

Tata Cara Mengkafani Jenazah

  • Membentangkan tali-tali pengikat kain kafan secukupnya.
  • Membentangkan lapis pertama kain kafan di atas tali tersebut kemudian ditambahkan wewangian.
  • Membentangkan lapis kedua kain kafan di atas lapis pertama kain kafan kemudian ditambahkan wewangian.
  • Membentangkan lapis ketiga kain kafan di atas lapis kedua kain kafan kemudian ditambahkan wewangian.
  • Letakkan jenazah pada kain kafan tersebut.
  • Tutup menggunakan kain kafan lapis ketiga dari sisi kiri ke kanan, lalu dari sisi kanan ke kiri.
  • Tutup menggunakan kain kafan lapis kedua dari sisi kiri ke kanan, lalu dari sisi kanan ke kiri.
  • Tutup menggunakan kain kafan lapis pertama dari sisi kiri ke kanan, lalu dari sisi kanan ke kiri.
  • Kemudian mengikat jenazah dengan tali-tali tadi.

Melayati Jenazah

Rukun sholat jenazah ada delapan, yakni :

  • Niat
  • Berdiri bagi yang mampu
  • Empat kali takbir
  • Mengangkat tangan pada saat takbir pertama
  • Membaca surat Al Fatihah
  • Membaca sholawat Nabi
  • Berdoa untuk jenazah
  • Salam

Pembelajaran mengurus jenazah bukanlah perkara  gampang, bahkan jika dilakukan oleh orang yang bukan ahlinya akan kerepotan, karena banyak hal yang harus dipahami dan diperhatikan. Oleh karena itu praktik memandikan dan mengkafani jenazah di sekolah dengan menggunakan manekin agar benar dalam pelaksanaanya. Sehingga diharapkan dengan model contextual teaching dapat mempermudah proses belajar mengajar. Setiap kelompok yang sudah melaksanakan praktik akan diberi evaluasi oleh guru agar kesalahan yang dilakukan bisa dibenarkan dan kedepannya menjadi pelajaran bagi mereka.

(proses memandikan jenazah)

(proses mengkafani jenazah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

SMA TIGA MARET