Remaja Sehat Berprestasi dengan PHBS: Bekal Penting Siswa Baru di MPLS 2026
Sleman, 14 Juli 2026 – Rangkaian masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di sekolah tahun ini diisi dengan agenda yang sangat krusial bagi masa depan siswa baru. Dalam upaya memastikan para siswa tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga unggul secara fisik dan mental, pihak sekolah bekerja sama dengan Puskesmas Depok III menggelar sosialisasi intensif bertajuk “Remaja Sehat Berprestasi dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)”. Hadir sebagai narasumber, Bapak Ardhitya Sejati, S.K.M., M.K.M., yang memberikan wawasan mendalam mengenai pentingnya pondasi kesehatan di masa remaja.
Di hadapan para peserta MPLS, Bapak Ardhitya menjelaskan bahwa masa remaja adalah fase krusial yang ditandai dengan pertumbuhan fisik yang pesat, perubahan hormon yang dinamis, hingga tuntutan aktivitas akademik yang semakin tinggi. Mengingat siswa kini telah memasuki jenjang pendidikan yang menuntut kemandirian lebih, penerapan PHBS menjadi kunci agar mereka mampu menjalani masa transisi ini dengan optimal. Beliau menegaskan bahwa PHBS bukanlah sekadar beban atau kewajiban yang dilakukan karena disuruh oleh guru, melainkan harus bertransformasi menjadi budaya hidup yang melekat dalam keseharian. “Masa depan kalian masih panjang untuk menggali cita-cita. Terapkan PHBS dari sekarang sebagai investasi kesehatan jangka panjang kalian,” ujar beliau saat menyapa siswa baru.
Dalam suasana MPLS yang penuh semangat, Bapak Ardhitya memaparkan berbagai pesan kunci PHBS yang harus segera diadaptasi siswa baru. Mulai dari kedisiplinan mencuci tangan pakai sabun, membiasakan diri sarapan bergizi sebelum berangkat sekolah, mengonsumsi makanan seimbang, hingga mencukupi kebutuhan air putih dan tetap aktif bergerak. Beliau juga memberikan perhatian khusus pada implementasi PHBS di lingkungan sekolah, seperti pentingnya datang tepat waktu, menjaga kebersihan kelas, tidak jajan sembarangan, serta menggunakan fasilitas toilet sekolah dengan bijak dan bukan sebagai tempat merokok. Penggunaan tumbler pribadi juga sangat dianjurkan sebagai langkah preventif dehidrasi selama mengikuti rangkaian kegiatan di sekolah.
Tantangan kesehatan remaja modern tak luput dari pembahasan. Bapak Ardhitya menyoroti kebiasaan buruk seperti begadang akibat konsumsi kopi berlebih. Beliau menyarankan siswa untuk memperbaiki kualitas tidur dengan mematikan lampu saat malam hari dan menghindari tidur di sore hari. Perhatian khusus juga diberikan bagi remaja putri terkait ancaman anemia yang sering ditandai dengan gejala 3L (Letih, Lesu, Lemah). Beliau mengingatkan bahwa anemia dapat menurunkan produktivitas belajar secara drastis dan berisiko bagi kesehatan jangka panjang, sehingga konsumsi tablet tambah darah dan pola makan yang baik menjadi keharusan. Ketidakpatuhan terhadap gaya hidup sehat, seperti pola makan yang memicu obesitas dan kebiasaan merokok, diperingatkan dapat meningkatkan risiko penyakit degeneratif di masa depan seperti penyakit jantung, stroke, hingga diabetes melitus.
Sesi interaktif dalam rangkaian MPLS ini ditutup dengan antusiasme tinggi dari para siswa yang menanyakan langkah nyata untuk berhenti dari kebiasaan buruk seperti merokok dan alkohol. Menjawab hal tersebut, Bapak Ardhitya menegaskan bahwa selain niat yang kuat dan langkah bertahap, Puskesmas Depok III kini telah menyediakan unit layanan khusus berhenti merokok yang terbuka bagi para siswa yang membutuhkan pendampingan profesional. Kegiatan ditutup dengan ajakan bagi seluruh peserta MPLS untuk menerapkan kiat hidup sehat melalui kombinasi makanan seimbang, olahraga minimal 60 menit sehari, pengelolaan stres yang baik, serta penguatan sisi spiritual sebagai benteng moral. Dengan mengintegrasikan PHBS sejak hari pertama di sekolah, diharapkan para siswa baru dapat tumbuh menjadi individu yang sehat, tangguh, dan siap meraih prestasi gemilang.
SMA 3 MARET (GAMA) YOGYAKARTA Berdisiplin tinggi, berprestasi, terampil, kreatif dan berakhlak mulia